Scroll to top

Trending : #pria#wanita#kemeja#laptop#elektronik#software

0

Keranjang Belanja

Terdapat 38 Produk

KAIN SONGKET BERTOLAP
KAIN SONGKET BERTOLAP

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Kain songket bertolap dengan perpaduan warna hitam dan emas memiliki filosofi yang melambangkan kewibawaan, kemuliaan, dan kekuatan dalam kehidupan. Warna hitam dalam budaya Melayu sering diartikan sebagai simbol keteguhan, ketenangan, dan kebijaksanaan. Hitam juga mencerminkan sikap yang kuat, berwibawa, serta kemampuan untuk tetap teguh dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Sementara itu, warna emas melambangkan kemewahan, kejayaan, kemakmuran, dan kehormatan. Kilauan benang emas pada motif songket menunjukkan nilai tinggi serta keagungan budaya yang diwariskan turun-temurun. Perpaduan warna hitam dan emas menciptakan kesan elegan dan megah, yang menggambarkan keseimbangan antara kekuatan dan keindahan.
KAIN SONGKET BERTOLAP
KAIN SONGKET BERTOLAP

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Kain songket bertolap selendang memiliki filosofi yang melambangkan keanggunan, penghormatan, dan kelembutan dalam adat Melayu. Istilah bertolap menunjukkan susunan motif yang menghiasi bagian tertentu kain secara teratur dan indah, sedangkan selendang melambangkan pelindung, penghormatan, serta simbol kasih sayang dan keterikatan sosial.

Motif pada songket bertolap selendang biasanya disusun dengan pola yang rapi dan memanjang, menggambarkan perjalanan hidup yang harus dijalani dengan kesabaran, ketelitian, dan keseimbangan. Keindahan susunan motif juga mencerminkan keharmonisan hubungan antarmanusia serta pentingnya menjaga sopan santun dan adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari.
KAIN SONGKET BERTOLAP SELENDANG
KAIN SONGKET BERTOLAP SELENDANG

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Kain songket bertolap selendang memiliki filosofi yang melambangkan keanggunan, penghormatan, dan kelembutan dalam adat Melayu. Istilah bertolap menunjukkan susunan motif yang menghiasi bagian tertentu kain secara teratur dan indah, sedangkan selendang melambangkan pelindung, penghormatan, serta simbol kasih sayang dan keterikatan sosial.

Motif pada songket bertolap selendang biasanya disusun dengan pola yang rapi dan memanjang, menggambarkan perjalanan hidup yang harus dijalani dengan kesabaran, ketelitian, dan keseimbangan. Keindahan susunan motif juga mencerminkan keharmonisan hubungan antarmanusia serta pentingnya menjaga sopan santun dan adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam budaya Melayu, selendang sering dikaitkan dengan simbol kemuliaan dan penghargaan, sehingga songket bertolap selendang memiliki makna harapan agar pemakainya senantiasa dihormati, memiliki perilaku yang baik, serta mampu menjaga martabat diri dan keluarganya. Secara keseluruhan, filosofi kain ini menggambarkan kehidupan yang anggun, harmonis, dan penuh nilai kesopanan serta kebersamaan.
SONGKET BERTABUR BUNGA KERTAS BESISIP
SONGKET BERTABUR BUNGA KERTAS BESISIP

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif songket bertabur bunga kertas besisip memiliki filosofi yang melambangkan keindahan, keteguhan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Motif bunga kertas menggambarkan keindahan yang sederhana namun tetap memikat, mencerminkan sifat rendah hati, kelembutan, dan kemampuan untuk bertahan dalam berbagai keadaan. Bunga kertas juga sering dimaknai sebagai simbol semangat hidup dan harapan yang terus tumbuh.

Motif yang bertabur menunjukkan penyebaran kebaikan, kebahagiaan, dan doa agar pemakainya senantiasa membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Sementara itu, pola besisip atau saling terhubung melambangkan persatuan, kebersamaan, dan hubungan sosial yang erat. Susunan motif yang rapi menggambarkan pentingnya menjaga keharmonisan dan saling mendukung dalam kehidupan.
SONGKET LIRIS WAJIK
SONGKET LIRIS WAJIK

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif songket liris wajik memiliki filosofi yang melambangkan keteraturan, keteguhan, dan keseimbangan dalam kehidupan. Kata liris menggambarkan garis-garis yang tersusun rapi, sedangkan wajik merujuk pada bentuk belah ketupat yang menjadi simbol keseimbangan dan keterikatan antarsisi kehidupan. Perpaduan kedua motif ini menciptakan makna tentang kehidupan yang harus dijalani dengan terarah, tertata, dan penuh kehati-hatian.

Bentuk wajik dalam budaya Melayu sering dimaknai sebagai simbol persatuan, keharmonisan, dan kekuatan hubungan sosial. Susunan motif yang saling berulang menunjukkan bahwa manusia hidup berdampingan dan saling membutuhkan satu sama lain. Sementara garis-garis liris melambangkan perjalanan hidup yang terus berjalan, penuh usaha, serta membutuhkan keteguhan hati untuk mencapai tujuan.
SONGKET BETOLAP PENUH
SONGKET BETOLAP PENUH

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif songket betolap penuh memiliki filosofi yang melambangkan kemewahan, kemakmuran, dan kedudukan yang terhormat. Istilah betolap penuh merujuk pada susunan motif songket yang memenuhi hampir seluruh permukaan kain dengan benang emas atau benang hias, sehingga menciptakan tampilan yang padat dan megah. Kepadatan motif ini menggambarkan kelimpahan rezeki, kesejahteraan, dan kehidupan yang penuh keberkahan.

Dalam budaya Melayu, songket betolap penuh juga menjadi simbol kehormatan dan kebesaran, karena biasanya dikenakan pada acara adat, pernikahan, atau upacara penting. Motif yang memenuhi kain mencerminkan harapan agar pemakainya memiliki kehidupan yang utuh, lengkap, dan seimbang, baik dalam hubungan sosial maupun dalam perjalanan hidupnya.
SONGKET BERTABUR BUNGA RAYA
SONGKET BERTABUR BUNGA RAYA

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif songket bertabur bunga raya memiliki filosofi yang melambangkan keindahan, kemuliaan, dan semangat kehidupan. Bunga raya dikenal sebagai bunga yang mekar indah dan mencolok, sehingga dalam motif songket ia diartikan sebagai simbol keanggunan, keberanian, serta martabat yang tinggi. Taburan motif bunga raya pada kain songket juga menggambarkan harapan agar pemakainya senantiasa membawa aura positif, kebaikan, dan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain melambangkan keindahan, bunga raya juga memiliki makna keteguhan dan semangat untuk terus berkembang. Kelopak bunga yang mekar sempurna mencerminkan kehidupan yang penuh harapan, kemakmuran, dan keharmonisan. Dalam budaya Melayu, motif ini sering dikaitkan dengan kelembutan sikap, sopan santun, serta nilai kebersamaan yang tetap dijaga di tengah kehidupan bermasyarakat.
SONGKET BERTABUR BUNGA  BESISIP
SONGKET BERTABUR BUNGA BESISIP

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif songket bertabur bunga besisip memiliki filosofi yang menggambarkan keindahan, keharmonisan, dan hubungan sosial yang erat dalam kehidupan masyarakat. Motif bunga yang bertabur melambangkan kelembutan, keanggunan, serta harapan akan kemakmuran dan kebahagiaan. Bunga juga menjadi simbol budi pekerti yang baik dan sikap santun yang dijunjung tinggi dalam budaya Melayu.

Sementara itu, susunan motif yang bersisip atau saling terhubung menggambarkan persatuan, kebersamaan, dan hubungan antarmanusia yang harmonis. Pola ini menunjukkan bahwa kehidupan akan terasa indah apabila dijalani dengan saling menghormati, membantu, dan menjaga tali silaturahmi.
SONGKET BERTABUR BUNGA BINTANG BESISIP
SONGKET BERTABUR BUNGA BINTANG BESISIP

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Songket motif bertabur bunga bintang besisip dengan dominasi warna pink memiliki filosofi yang menggambarkan kelembutan, kasih sayang, serta keindahan dalam kehidupan. Motif bunga yang bertabur melambangkan kemakmuran, keanggunan, dan harapan agar pemakainya senantiasa membawa kebahagiaan serta kebaikan bagi lingkungan sekitarnya. Motif bintang mencerminkan cahaya, harapan, dan petunjuk hidup, sebagai simbol cita-cita dan semangat untuk terus melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Sementara susunan motif yang bersisip menunjukkan makna persatuan, keharmonisan, dan hubungan sosial yang saling terhubung dengan erat.
SONGKET BERTABUR BUNGA BINTANG BESISIP
SONGKET BERTABUR BUNGA BINTANG BESISIP

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif songket bertabur bunga bintang besisip memiliki filosofi yang menggambarkan keindahan hidup, harapan, serta eratnya hubungan dalam kehidupan bermasyarakat. Taburan motif bunga melambangkan kelembutan, kesopanan, dan kemakmuran yang diharapkan selalu menyertai pemakainya. Sementara itu, motif bintang menjadi simbol cahaya dan petunjuk hidup, yang mencerminkan harapan agar manusia senantiasa memiliki tujuan serta berada di jalan yang baik. Susunan motif yang bersisip atau saling terhubung menunjukkan makna persatuan, kebersamaan, dan hubungan sosial yang harmonis. Secara keseluruhan, songket ini mengandung pesan bahwa kehidupan yang indah akan tercipta apabila manusia hidup dengan budi pekerti yang baik, saling menghargai, serta menjaga keharmonisan dalam masyarakat.
TENUN SONGKET  WAJIK (BELAH KETUPAT)
TENUN SONGKET WAJIK (BELAH KETUPAT)

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif wajik belah ketupat memiliki bentuk dasar seperti diamond atau ketupat dengan empat sudut yang simetris. Pola ini biasanya disusun secara berjejer atau berbaris sehingga menciptakan kesan teratur, seimbang, dan harmonis. Dalam beberapa kain songket, motif ini juga dipadukan dengan motif kecil di dalam atau di sekitar wajik untuk memperkaya tampilan kain.
Dalam budaya Melayu, motif wajik belah ketupat memiliki makna simbolis, yaitu: Keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Keteraturan dan keteguhan prinsip dalam menjalani hidup. Kemakmuran dan keberuntungan, karena bentuknya sering dikaitkan dengan simbol kesejahteraan.

TENUN SONGKET MOTIF BUNGA KEKWA
TENUN SONGKET MOTIF BUNGA KEKWA

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif tenun Bunga KekWa merupakan salah satu motif hias pada kain tenun atau songket yang menampilkan bentuk bunga yang indah dan tersusun secara simetris. Motif ini biasanya digambarkan dengan pola kelopak bunga yang berulang sehingga menciptakan tampilan kain yang rapi, anggun, dan memiliki nilai estetika tinggi.

Dalam makna filosofinya, motif Bunga Kek Wa melambangkan keindahan, kelembutan, serta keharmonisan dalam kehidupan. Bunga sering dijadikan simbol kesopanan dan keanggunan, terutama dalam budaya Melayu yang menjunjung tinggi nilai kesantunan dan keindahan dalam berpakaian.

Motif ini biasanya ditenun menggunakan benang emas atau perak di atas kain dengan warna dasar khas seperti merah, hijau, ungu, hitam, atau kuning keemasan. Perpaduan warna dan motif bunga tersebut memberikan kesan mewah, elegan, dan tradisional pada kain tenun.