Scroll to top

Trending : #kaos#pria#hardware#software#makanan#komputer

0

Keranjang Belanja

Terdapat 43 Produk

JAKET PRIA MOTIF WAJIK BERANTAI
JAKET PRIA MOTIF WAJIK BERANTAI

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif wajik merupakan salah satu motif geometris dalam tenun Melayu yang berbentuk belah ketupat dan tersusun secara berulang. Dalam budaya Melayu, motif ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam.
Secara filosofi, motif wajik melambangkan keseimbangan, keteraturan, dan keharmonisan dalam kehidupan. Bentuk belah ketupat yang tersusun rapi menggambarkan kehidupan masyarakat yang harus berjalan dengan tertib, teratur, dan saling menjaga hubungan baik antar sesama. Pola yang saling berhubungan juga mencerminkan ikatan persaudaraan dan kebersamaan dalam masyarakat Melayu, di mana setiap individu memiliki peran untuk menjaga keharmonisan lingkungan.
KERIS ALANG DI RAJA
KERIS ALANG DI RAJA

Penjual : ALAMSYAH

Keris Alang Di Raja merupakan salah satu senjata kebesaran yang paling dihormati dalam tradisi Diraja Melayu. Namanya sendiri mengandung makna yang sangat mendalam: "Alang" berarti luas atau melintang, dan "Di Raja" merujuk pada martabat tertinggi atau kepemilikan oleh penguasa.
KERIS LOK 11
KERIS LOK 11

Penjual : ALAMSYAH

Keris dengan Lok 11 (sebelas lekukan) memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam budaya dan perkerisan Melayu maupun Jawa. Dalam pakem keris, jumlah lok (luk) selalu berjumlah ganjil, dan angka 11 membawa pesan filosofis tentang kemandirian dan tujuan hidup.
KERIS TUMBUK LADA
KERIS TUMBUK LADA

Penjual : ALAMSYAH

Tumbuk Lada adalah senjata tradisional khas masyarakat Melayu (terutama di wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi) serta masyarakat Bugis dan Deli. Meski bentuknya kecil dan sering dianggap sebagai belati atau beladau, Tumbuk Lada memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam strata sosial dan spiritual.
BUSANA  WANITA MOTIF WAJIK
BUSANA WANITA MOTIF WAJIK

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Busana wanita motif wajik merupakan pakaian tradisional Melayu yang menggunakan kain songket atau kain tenun dengan corak berbentuk wajik atau belah ketupat. Motif ini tersusun secara berulang dan simetris sehingga menghasilkan tampilan yang rapi, harmonis, dan menarik.

Dalam filosofi budaya Melayu, motif wajik melambangkan keseimbangan, keteraturan, dan keharmonisan dalam kehidupan. Bentuk wajik yang memiliki sisi-sisi yang sama menggambarkan keselarasan hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan.
BUSAN WANITA MOTIF TAMPUK MANGGIS
BUSAN WANITA MOTIF TAMPUK MANGGIS

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Busana wanita motif tampuk manggis merupakan pakaian tradisional Melayu yang menggunakan kain songket atau kain tenun dengan corak yang terinspirasi dari bentuk bagian atas buah manggis. Motif ini biasanya berbentuk seperti bunga atau bintang yang tersusun secara simetris dan berulang, sehingga menciptakan tampilan yang indah, rapi, dan elegan pada busana.

Dalam filosofi budaya Melayu, motif tampuk manggis melambangkan kejujuran, keselarasan, dan keterbukaan. Hal ini karena bentuk tampuk pada buah manggis menunjukkan jumlah isi buah di dalamnya, sehingga menggambarkan kesesuaian antara apa yang terlihat di luar dengan yang ada di dalam. Nilai tersebut menjadi simbol sikap jujur dan harmonis dalam kehidupan masyarakat Melayu.
TANJAK WARISAN TAK BERUAS
TANJAK WARISAN TAK BERUAS

Penjual : ALAMSYAH

Tanjak Tak Beruas memiliki filosofi yang sangat unik karena namanya yang berarti "tidak memiliki ruas" atau "tidak memiliki sambungan". Dalam budaya Melayu, istilah "ruas" biasanya merujuk pada sekat (seperti pada bambu atau tebu) yang membatasi satu bagian dengan bagian lainnya.
TANJAK KREASI NAGA BERLABUH
TANJAK KREASI NAGA BERLABUH

Penjual : ALAMSYAH

Tanjak Naga Berlabuh adalah salah satu jenis tanjak yang sangat ikonik dalam budaya Melayu. Namanya diambil dari gambaran seekor naga yang sedang beristirahat atau "berlabuh" setelah menempuh perjalanan jauh di lautan.
BUSANA WANITA MOTIF NASI MANIS
BUSANA WANITA MOTIF NASI MANIS

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Busana wanita motif nasi manis merupakan salah satu busana tradisional khas Melayu yang dihiasi dengan motif tenun atau songket berbentuk butiran kecil menyerupai nasi atau taburan manisan. Motif ini biasanya tersusun rapi dan berulang sehingga menghasilkan tampilan yang sederhana namun tetap indah dan elegan.

Dalam filosofi budaya Melayu, motif nasi manis melambangkan kemakmuran, kebahagiaan, dan rasa syukur. Nasi sebagai makanan pokok menggambarkan sumber kehidupan dan kesejahteraan, sedangkan “manis” melambangkan harapan akan kehidupan yang penuh kebaikan, keharmonisan, dan kebahagiaan.
TANJAK BELAH MUMPANG
TANJAK BELAH MUMPANG

Penjual : ALAMSYAH

Tanjak Belah Mumbang adalah salah satu jenis ikat kepala Melayu yang memiliki bentuk sangat khas, yaitu menyerupai buah kelapa muda (mumbang) yang terbelah dua. Tanjak ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol identitas dan nilai hidup masyarakat Melayu.
PECI MOTIF BUNGA TAMPUK MANGGIS
PECI MOTIF BUNGA TAMPUK MANGGIS

Penjual : Opie " Rumah Nayozie"

Peci motif bunga tampuk manggis merupakan peci yang dibuat dari kain songket Melayu dengan corak yang terinspirasi dari bentuk bagian atas buah manggis yang menyerupai bunga. Motif ini biasanya berbentuk bulat atau seperti kelopak yang tersusun rapi dan simetris, sehingga memberikan tampilan yang indah, klasik, dan bernilai seni tinggi.

Dalam budaya Melayu, motif tampuk manggis memiliki makna filosofi yang melambangkan kejujuran, keselarasan, dan keterbukaan.

Peci ini umumnya memiliki warna dasar seperti hitam, merah, atau cokelat yang dipadukan dengan benang tenun berwarna emas atau perak, sehingga menghasilkan kesan elegan, rapi, dan berwibawa saat dikenakan.
TANJAK WARISAN ANDERI GURU SILEBU
TANJAK WARISAN ANDERI GURU SILEBU

Penjual : ALAMSYAH

Filosofi Tanjak Anderi Guru Silebu merupakan salah satu bentuk ikat kepala tradisional yang sarat akan makna mendalam dalam budaya Melayu, khususnya dalam konteks bela diri dan kepemimpinan. Nama "Anderi" dan "Guru Silebu" merujuk pada ketegasan, kewibawaan, dan kedalaman ilmu.