Yuk Jual Beli di Melayuawak, Daftar Sekarang!
Terdapat 38 Produk
Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Motif Mumbang Nipah biasanya berbentuk seperti susunan buah kecil yang bulat atau lonjong yang ditata secara berulang dan simetris pada kain songket. Pola ini sering dipadukan dengan garis atau bentuk geometris sederhana sehingga menciptakan tampilan yang rapi dan harmonis. Benang emas atau perak sering digunakan untuk menonjolkan motif agar terlihat lebih indah dan berkilau.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Motif Songket Kuntum Bunga Raya merupakan motif tenun songket yang terinspirasi dari bunga raya yang sedang mekar. Motif ini biasanya menampilkan bentuk kuntum atau bunga yang tersusun rapi dan berulang di seluruh permukaan kain, dengan detail kelopak yang dibuat menggunakan benang emas atau perak sehingga terlihat mewah dan elegan.Penjual : TAN DARWANIA MAKATITA
Tenun Melayu bukan sekadar lembaran kain, melainkan media penyampai pesan moral dan adab yang mendalam melalui setiap motifnya. Motif Payung melambangkan peran pemimpin atau kepala keluarga sebagai pengayom yang memberikan perlindungan dari "hujan" permasalahan dan "panas" fitnah, sekaligus menjadi simbol ketaatan kepada Tuhan karena bentuknya yang memusat ke satu titik atas. Sementara itu, motif Tepak Sirih mencerminkan kemuliaan adab dan keterbukaan hati masyarakat Melayu dalam menyambut tamu dengan penuh hormat. Perpaduan kedua motif ini dalam satu kain tenun menegaskan filosofi bahwa kekuatan kepemimpinan harus selalu dibarengi dengan kelembutan budi pekerti dan keramahtamahan terhadap sesama.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Busana pria motif wajik hijau merupakan pakaian tradisional Melayu yang menggunakan kain songket atau kain tenun dengan corak berbentuk wajik (belah ketupat) berwarna hijau. Motif wajik biasanya tersusun secara berulang dan simetris sehingga memberikan tampilan yang rapi, klasik, dan elegan pada busana.Penjual : ALAMSYAH
Keris Anak Alang memiliki filosofi yang sangat erat dengan pendewasaan dan tanggung jawab seorang laki-laki. Jika "Keris Alang di Raja" adalah simbol kekuasaan tertinggi, maka Anak Alang adalah simbol bagi mereka yang sedang tumbuh dan mengemban amanah di tingkat yang lebih personal.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Motif wajik pada busana pria Melayu merupakan corak yang berbentuk belah ketupat atau diamond yang tersusun secara berulang dan simetris pada kain songket atau kain tenun. Motif ini memberikan tampilan yang rapi, teratur, dan elegan sehingga sering digunakan pada pakaian adat pria Melayu.Penjual : ALAMSYAH
Tombak dalam budaya Melayu bukan sekadar senjata untuk berburu atau berperang, melainkan simbol marwah (harga diri) dan kedaulatan. Jika keris dianggap sebagai "nyawa" yang diselipkan di pinggang, tombak adalah "pagar" atau pelindung yang menjaga batas wilayah dan kehormatan keluarga.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Motif wajik merupakan salah satu motif geometris dalam tenun Melayu yang berbentuk belah ketupat dan tersusun secara berulang. Dalam budaya Melayu, motif ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam.Penjual : ALAMSYAH
Keris Alang Di Raja merupakan salah satu senjata kebesaran yang paling dihormati dalam tradisi Diraja Melayu. Namanya sendiri mengandung makna yang sangat mendalam: "Alang" berarti luas atau melintang, dan "Di Raja" merujuk pada martabat tertinggi atau kepemilikan oleh penguasa.Penjual : ALAMSYAH
Keris dengan Lok 11 (sebelas lekukan) memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam budaya dan perkerisan Melayu maupun Jawa. Dalam pakem keris, jumlah lok (luk) selalu berjumlah ganjil, dan angka 11 membawa pesan filosofis tentang kemandirian dan tujuan hidup.Penjual : ALAMSYAH
Tumbuk Lada adalah senjata tradisional khas masyarakat Melayu (terutama di wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi) serta masyarakat Bugis dan Deli. Meski bentuknya kecil dan sering dianggap sebagai belati atau beladau, Tumbuk Lada memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam strata sosial dan spiritual.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Busana wanita motif wajik merupakan pakaian tradisional Melayu yang menggunakan kain songket atau kain tenun dengan corak berbentuk wajik atau belah ketupat. Motif ini tersusun secara berulang dan simetris sehingga menghasilkan tampilan yang rapi, harmonis, dan menarik.